Jakarta – Pertumbuhan laba yang dibukukan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai menjadi sinyal positif bagi penguatan fondasi perekonomian nasional.
Kinerja keuangan yang terus membaik mencerminkan efektivitas transformasi tata kelola perusahaan negara sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi pemerintah untuk mempercepat berbagai program pembangunan strategis.
Data menunjukkan sejumlah BUMN mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan pada periode April 2025 hingga April 2026. PT Adhi Karya membukukan kenaikan laba hingga 667 persen, PT Pupuk Indonesia tumbuh 202 persen, sementara PT Pelindo mencatat pertumbuhan laba sebesar 169 persen. Capaian tersebut memperlihatkan semakin kuatnya daya saing perusahaan-perusahaan pelat merah di berbagai sektor strategis.
Pakar sekaligus Praktisi Komunikasi dan Manajemen, Dr. M. Fariza Y. Irawady, menilai peningkatan laba BUMN merupakan indikator bahwa transformasi tata kelola perusahaan negara mulai menunjukkan hasil yang nyata.
“Keuntungan yang dihasilkan BUMN harus menjadi energi baru bagi pembangunan nasional. Ketika kinerja perusahaan negara meningkat, ruang fiskal dan kemampuan investasi untuk mendukung program-program prioritas pemerintah juga makin kuat,” ujar Fariza.
Fariza menambahkan, pertumbuhan laba sejumlah BUMN menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing nasional sekaligus memperluas pembiayaan pembangunan.
“Di bawah kepemimpinan CEO Rosan Roeslani, Danantara menunjukkan kinerja yang menjanjikan. Pertumbuhan laba sejumlah BUMN menjadi indikator bahwa transformasi tata kelola berjalan ke arah yang benar. Ini modal penting untuk memperkuat daya saing BUMN sekaligus mendukung pembiayaan berbagai program strategis pemerintah dan menjadi fondasi penting bagi masa depan ekonomi Indonesia,” katanya.
Pandangan senada disampaikan Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, yang menilai tren peningkatan laba sejumlah BUMN merupakan bukti bahwa agenda transformasi perusahaan negara mulai memberikan hasil nyata.
“Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi BUMN mulai memberikan hasil yang nyata,” jelas Dony Oskaria.
Menurut Dony, pertumbuhan laba yang dicatat berbagai BUMN tidak hanya mencerminkan peningkatan efisiensi dan tata kelola perusahaan, tetapi juga memperkuat kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional.
Ia menegaskan, tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi transformasi, memperkuat tata kelola, serta memastikan setiap kebijakan dan informasi yang disampaikan kepada publik berbasis data dan kondisi riil di lapangan.
“Yang penting ke depan adalah menjaga konsistensi, memperkuat tata kelola dan memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada publik berbasis data, fakta, serta kondisi riil di lapangan,” pungkasnya.

