Jakarta- Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah dinilai menjadi langkah penting dalam mendukung kualitas pendidikan dan kesehatan pelajar. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara rutin dinilai mampu membantu siswa belajar lebih fokus, aktif, dan produktif di lingkungan sekolah.
Selain mendeteksi gangguan kesehatan fisik sejak dini, program tersebut juga mulai memberi perhatian terhadap kondisi kesehatan mental siswa yang dinilai memiliki pengaruh besar terhadap proses belajar di sekolah.
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan kesehatan mental siswa perlu menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya tekanan akademik dan pengaruh lingkungan digital terhadap anak-anak usia sekolah.
“Kita sering menganggap persoalan kesehatan anak sebagai hal kecil, padahal dampaknya bisa sangat besar terhadap konsentrasi belajar, rasa percaya diri, hingga kualitas perkembangan anak dalam jangka panjang,” kata Hetifah.
Menurutnya, kondisi psikologis siswa yang tidak stabil dapat berdampak pada konsentrasi belajar, motivasi akademik, hingga kemampuan bersosialisasi di lingkungan sekolah. Karena itu, pemeriksaan kesehatan di sekolah perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada kondisi fisik siswa.
“Selain kesehatan fisik, kita juga perlu memberi perhatian besar pada kesehatan mental anak-anak kita. Tekanan akademik, perundungan, kecemasan, masalah keluarga, hingga tekanan sosial di lingkungan digital hari ini menjadi tantangan nyata yang dihadapi banyak siswa,” jelasnya.
Ia juga mendorong agar pelaksanaan program CKG terus diperluas ke berbagai daerah sehingga semakin banyak pelajar mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan yang mudah dan rutin. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat mengejar capaian akademik, tetapi juga ruang yang aman dan suportif bagi perkembangan emosional peserta didik.
Sementara itu, Ketua UKS SDN 002 Nunukan, Sugianto, mengatakan program CKG memberikan dampak positif terhadap aktivitas belajar siswa di sekolah. Ia menilai kondisi kesehatan siswa yang terpantau dengan baik dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan keaktifan belajar di kelas.
“Pengaruhnya sangat luar biasa, karena gini, di saat siswa yang kurang sehat, itu banyak kendala dalam belajarnya. Jadi dengan Cek Kesehatan Gratis ini adalah sebagai sarana dan sebagai tonggak kesehatan untuk siswa di SD 002 Nunukan khususnya,” ujar Sugianto.
Ia menjelaskan, siswa yang mengalami gangguan kesehatan biasanya lebih mudah kehilangan fokus dan kurang aktif mengikuti kegiatan belajar. Karena itu, pemeriksaan kesehatan berkala membantu sekolah mengetahui kondisi siswa sekaligus melakukan langkah pencegahan lebih dini.
Menurut Sugianto, program tersebut juga membantu membangun kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini, mulai dari pola hidup bersih, kesehatan gigi, hingga kebiasaan makan sehat.
“Kalau anak sehat, mereka lebih fokus belajar, lebih aktif di kelas, dan lebih mudah mengikuti kegiatan sekolah,” ungkapnya.
Program CKG di sekolah diharapkan terus menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan generasi muda yang sehat dan berprestasi. Dengan kondisi kesehatan yang lebih terpantau, kualitas belajar siswa dinilai akan meningkat dan mendukung terciptanya sumber daya manusia yang unggul di masa depan.

